Membaca judul di atas, pastilah akan terpikir bahwa gue pro perselingkuhan. Eit…! Jangan salah! Gue termasuk orang yang paling anti sama perselingkuhan. No matter what the reason is! Ha….ha…ha…
Tapi kenapa dong judulnya begitu? Pertama, untuk meningkatkan minat membaca sebuah artikel. (Ini kata temanku Novia Stephanie, seorang penulis dan mantan senior editor di tempatku bekerja.) Kedua, untuk memberikan ‘pencerahan’ buat orang-orang yang tidak, sedang, akan, atau telah melakukan perselingkuhan. Ha…ha…ha… Idealis amat ya? Biarin!
Alasan sebenernya sih, karena gue baca sebuah buku fiksi-nya Carrie Adams yang berjudul The Godmother. Di situ diceritain tentang seorang perempuan lajang (tapi ga jalang) yang bersahabat dengan beberapa orang yang telah menikah. Salah satunya seorang pria yang dikenalnya dari masa sekolah yang telah menikah dengan perempuan yang nyaris sempurna. Pernikahan mereka juga baik-baik saja. Bahkan hubungan perempuan lajang ini dengan istri temannya juga boleh dibilang dekat. Ceritanya, dulu si perempuan dan lelaki ini pernah saling suka, tapi ga pernah saling ngungkapin isi hati. Nah, pada suatu situasi di mana mereka berdua sedang ‘lemah’ mereka merasa bahwa mereka-lah yang seharusnya bersatu. Bukan si lelaki dengan istrinya.
Yang membuat gue tertarik adalah jawaban sang perempuan ketika si lelaki berkata bahwa istrinya tidak semenarik perempuan lajang ini. Dia bilang, “Jelas saja. Kamu ga pernah melihatku dalam keadaan berantakan.” Berantakan di sini berarti secara fisik maupun psikologis. Kalo ditelaah lagi, ada benernya lho. Kalo kita tinggal serumah dengan seseorang, berarti kita tau deh, gimana messy-nya orang itu. Bagaimana seorang suami males banget naro sepatu pada tempatnya, juga bagaimana seorang istri kucel lusuh habis nyetrika. Belum lagi kalo salah seorang sakit perut dan mengeluarkan kentut dengan bau yang bisa bikin pingsan. Ha…ha…ha…
Pernah suatu hari ketika suami gue sedang ‘berbagi bau’ gue bertanya, “Kalo di kantor orang dibagi bau-nya juga ga?” Dia bilang, “Ya ga dong.” Nah, itu artinya, kita cenderung berperilaku baik dan menarik di depan orang lain. Tapi kalo sama pasangan tetap, lain lagi ceritanya. Lagian, cape juga kan kalo musti pura-pura baik selama 24/7?
Nah, buat yang berniat berselingkuh, pikir-pikir dulu deh. Kalaupun pada awalnya keliatannya indah, akhirnya toh sama aja. Malah mungkin lebih parah. Parahnya, ya karena kalo ada orang kedua atau ketiga, orang pertama pasti tersakiti. Nyakitin orang itu dosa lho!