February 4, 2008

Banjir lagi! | # | About me, My Family, Others — Administrator @ 8:00 am

Jakarta (baca: Kelapa Gading) banjir lagi!

Keberlimpahan adalah suatu hal yang patut disyukuri. Apapun itu. Hari Jumat tanggal 1 Februari lalu, ada satu keberlimpahan lagi di Jakarta. Air hujan yang turun tidak henti dari malam sebelumnya mampu menghadirkan banjir yang konon kabarnya hanya akan menyambangi Jakarta setiap 5 tahun sekali.

Mungkin hal ini adalah upaya Tuhan untuk meluruskan mitos dan takhyul tentang banjir 5 tahunan itu dan kembali pada kepercayaan bahwa hanya Tuhan-lah yang menguasai alam semesta.

Jam 8 kurang gue dah berangkat ke kantor. Sengaja pagi-pagi karena tiap hari Jumat gue selalu ngantor setengah hari, lantaran musti jemput Ameera di Depok. Meskipun kali di depan apato masih dalam batas yang ‘aman terkendali’ entah kenapa pagi itu jalanan macet sekali. Alhasil perjalanan ke kantor yang biasanya ditempuh dengan waktu 30 menit memerlukan waktu yang lebih dari 1 jam.

Hujan tak juga reda. Jam 11, ketika hampir memutuskan pergi ke Depok, gue dapet kabar bahwa Kelapa Gading dah mulai banjir. Ga ada pilihan lain, selain berusaha pulang. Genangan air di jalan depan kantor sudah mulai tinggi. Agak aneh, karena tahun lalu, ketika banjir berkunjung ke ibukota, jalan di depan kantor termasuk jalan yang tidak dikunjungi.

Kelapa Gading sudah ga bisa diakses dari arah Pulo Mas. Arah Kodamar dan Sunter juga rupanya sudah tak mungkin. Gue berusaha jalan lewat Plumpang. Macet sekitar 1,5 jam di situ. Padahal daerah Plumpang boleh dibilang tak tergenang air. Akhirnya, gue berhasil belok ke Semper yang juga kering. Mencoba menuju Kelapa Gading dari arah Pegangsaan Dua yang juga masih terbilang kering. Tapi, ketika memasuki Gerbang Timur Kelapa Gading, air nampaknya sudah lebih dulu bercokol di sana. Banting setir, cari jalan alternatif. Belok kanan, belok kirim, menerobos banjir, doa-doa ga putus, ‘Tuhan, ijinkan aku memarkir mobil di MAG.’ Sangat spesifik.

Jam 15:00 alias jam 3 sore, sampai juga gue di jalan sebelah MAG. Hati udah sedikit lebih tenang. Bos besar kantor yang tadi gue telpon menelpon balik. Katanya dia udah ngungsi di hotel. Syukurlah dia gapapa. Mengingat rumahnya langganan si banjir ini. Karena macet, setengah jam kemudian baru bisa markir mobil di MAG. Ga tanggung-tanggung, si Mei-mei langsung gue parkir di lantai 5.

Setelah sempet beli perbekalan makanan dan beli sendal jepit (sayang kan, kalo sepatu kantor kebasahan), gue naek ojek dengan gagah perkasa ke McD untuk menjemput Azka yang udah lebih dahulu terjebak di situ lantaran mobil anterannya udah ga bisa melewati jalan Boulevard lagi. Untungnya dia ga sendiri di situ. Empat orang temannya juga masih terjebak di situ.
Waktu sang ojek memberhentikan motornya di depan McD, gue langsung berteriak ceria, “Azka! Wawi laper!” Hehehehe…
Bagaimana ga laper, dari pagi hingga jam 16:30 a.k.a. setengah lima perut baru terisi nasi goreng-nya Melfi yang untungnya sempet masuk sebelum jam 10 pagi.

Perut udah terisi. Tinggal memikirkan cara untuk pulang ke apato. Jalan kaki! Ga bisa lain. Azka juga akhirnya teryakinkan kalo banjir itu ya, cuma air. Ga lebih. Dengan memegang tangan Azka erat-erat, gue menyebrang jalan Boulevard dari McD ke arah ruko seberangnya. Lha bukannya mo menerjang banjir? Ah, kalo ada jalan yang kering, kenapa juga musti becek-becekan? Hehehehe… Jadi, sebenernya, Azka dan gue cuma nyemplung ke air 2 kali. Sekali waktu nyebrang ke ruko, dan sekali lagi waktu nyebrang jalan di depan apato. Selebihnya, ya cari jalan yang ga basah dong ah…

Sampe di apato kami berdua langsung masuk kamar mandi dan melakukan skenario yang sudah dirancang sebelumnya. Berendem larutan Detol! Entah bener atau karena sugesti, gatal-gatal yang sempet berasa di kaki langsung hilang setelah berendam slama 10 menit. Selamaaaat…

Setelah menelpon Nenek-nya Azka bahwa kami baik-baik saja, kami berdua berdiri di balkon dan memandangi lautan air coklat di bawah yang membuat hampir semua orang kerepotan. Mengingat bahwa kami juga tadi berada di bawah sana, kami tertawa, bersyukur bahwa kami masih bisa tetap menikmati saat-saat sulit bersama. :)

 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here