Oly ngeluarin E-3. Dengan image stabilizer, live view finder, n iso 3200, E-3 bikin gue kesengsem dan janji sama diri sendiri: suatu hari gue punya sendiri. Tapi sekarang, dengan harga 16j, mana sanggup lah yaw…. (ih, ekspresinya jadul sekaleee…)
Oly ngeluarin E-3. Dengan image stabilizer, live view finder, n iso 3200, E-3 bikin gue kesengsem dan janji sama diri sendiri: suatu hari gue punya sendiri. Tapi sekarang, dengan harga 16j, mana sanggup lah yaw…. (ih, ekspresinya jadul sekaleee…)
Sejak punya blog di Multiply yang ga narsis, gue ngerasa punya ‘kewajiban’ buat ngisi blog itu. Cuman masalahnya adalah, blog itu kudu diisi sama tempat2 yang menarik di Indonesia. Secara blog itu proyek idealis gue buat ngenalin Indonesia ke seluruh dunia. Syukur-syukur sekarang udah mulai ada orang yang bukan Indonesia yang mampir ke situ.
Nah, dalam rangka niat mulia itu, gue mencanangkan program jalan-jalan buat diri gue sendiri ke berbagai tempat di Indonesia deh. Yang deket-deket aja dulu kali ye… Secara jalan-jalan butuh biaya…
Gambar di sebelah ini gue kasih judul “Peeping Sun”, alias matahari yang ngintip. Gambar ini gue ambil waktu gue ke Uluwatu bulan Oktober lalu (salah tuh, ngasih bulan-nya di foto). Entah kenapa, dari semua gambar yang pernah gue ambil, foto ini yang sepertinya punya magnet terkuat yang mampu menarik gue ke dalamnya. Setiap kali gue bete, gambar ini gue liatin. Dalam hati gue bertanya, “What’s so special about this picture?”
Ternyata, jawabannya ada di dalam diri gue sendiri. Gambar ini adalah cerminan hidup yang udah dan sedang gue lalui. Selalu berliku-liku, penuh percabangan. Tapi selalu ada matahari. Matahari yang melambangkan pencerahan dan harapan, matahari yang menjanjikan bahwa akan selalu ada hari esok. Dan kalau dilihat dengan mata terbuka lebar, gabungan dari potongan-potongan percabangan dan kelok-kelok itu membentuk suatu gambar hidup yang indah.
I’m so lucky…
Kira-kira 12 tahun yang lalu, gue pernah nulis gini:
Sekarang, gue ngerasa gue adalah orang yang paling beruntung di dunia. Tuhan menjawab doa gue. Gue punya temen-temen (bukan cuma satu) yang selalu ada di samping gue, saat gue seneng, juga saat gue sedih. Bahkan di saat gue sakit.
Soal hidup gue yang masih berbelok-belok, gue dah ga peduli lagi. Gue bersyukur, Tuhan memelihara gue hingga hari ini. Dan kata seorang temen deket gue, sahabat adalah harta. Yup! Bener banget. Harta yang ga bisa dinilai dengan uang. Juga dengan tagihan telpon yang membengkak, karena terkadang gue ngerasa perlu ngedengerin ketawa jeleknya biar gue bisa ketawa juga.
Gue sadar, gue ga akan mungkin bisa sekuat sekarang, kalo gue ga didampingin temen2 deket gue. Ma kasih ya, semuanya.
Tomorrow will be my baby’s birthdays. She’s now 6 years old. Seeing her growing and changing from a new born baby into a sweet little girl really makes me thank God that I have her in my life.
When I was down and couldn’t get a reason to live my life, it’s her eyes and smiles that give the strongest reason possibe. I have to stand up and walk again, for her sake.
Ameera, my precious angel, my love and prayers are always be with you.
Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here