April 27, 2007

Selingkuh Itu Indah… | # | My Thoughts — Administrator @ 2:07 am

Membaca judul di atas, pastilah akan terpikir bahwa gue pro perselingkuhan. Eit…! Jangan salah! Gue termasuk orang yang paling anti sama perselingkuhan. No matter what the reason is! Ha….ha…ha…

Tapi kenapa dong judulnya begitu? Pertama, untuk meningkatkan minat membaca sebuah artikel. (Ini kata temanku Novia Stephanie, seorang penulis dan mantan senior editor di tempatku bekerja.) Kedua, untuk memberikan ‘pencerahan’ buat orang-orang yang tidak, sedang, akan, atau telah melakukan perselingkuhan. Ha…ha…ha… Idealis amat ya? Biarin!

Alasan sebenernya sih, karena gue baca sebuah buku fiksi-nya Carrie Adams yang berjudul The Godmother. Di situ diceritain tentang seorang perempuan lajang (tapi ga jalang) yang bersahabat dengan beberapa orang yang telah menikah. Salah satunya seorang pria yang dikenalnya dari masa sekolah yang telah menikah dengan perempuan yang nyaris sempurna. Pernikahan mereka juga baik-baik saja. Bahkan hubungan perempuan lajang ini dengan istri temannya juga boleh dibilang dekat. Ceritanya, dulu si perempuan dan lelaki ini pernah saling suka, tapi ga pernah saling ngungkapin isi hati. Nah, pada suatu situasi di mana mereka berdua sedang ‘lemah’ mereka merasa bahwa mereka-lah yang seharusnya bersatu. Bukan si lelaki dengan istrinya.

Yang membuat gue tertarik adalah jawaban sang perempuan ketika si lelaki berkata bahwa istrinya tidak semenarik perempuan lajang ini. Dia bilang, “Jelas saja. Kamu ga pernah melihatku dalam keadaan berantakan.” Berantakan di sini berarti secara fisik maupun psikologis. Kalo ditelaah lagi, ada benernya lho. Kalo kita tinggal serumah dengan seseorang, berarti kita tau deh, gimana messy-nya orang itu. Bagaimana seorang suami males banget naro sepatu pada tempatnya, juga bagaimana seorang istri kucel lusuh habis nyetrika. Belum lagi kalo salah seorang sakit perut dan mengeluarkan kentut dengan bau yang bisa bikin pingsan. Ha…ha…ha…

Pernah suatu hari ketika suami gue sedang ‘berbagi bau’ gue bertanya, “Kalo di kantor orang dibagi bau-nya juga ga?” Dia bilang, “Ya ga dong.” Nah, itu artinya, kita cenderung berperilaku baik dan menarik di depan orang lain. Tapi kalo sama pasangan tetap, lain lagi ceritanya. Lagian, cape juga kan kalo musti pura-pura baik selama 24/7?

Nah, buat yang berniat berselingkuh, pikir-pikir dulu deh. Kalaupun pada awalnya keliatannya indah, akhirnya toh sama aja. Malah mungkin lebih parah. Parahnya, ya karena kalo ada orang kedua atau ketiga, orang pertama pasti tersakiti. Nyakitin orang itu dosa lho! ;)

April 23, 2007

Kami sudah besar! | # | My Family — Administrator @ 6:30 am

Hallo semua! Ini aku Azka. Umurku sekarang sudah 9 tahun. Dulu Wawa (suka aku panggil Wawi juga) pernah nulis tentang aku dan adikku, Ameera, ketika sedang berlibur di Karawaci. Hari Sabtu dan Minggu lalu, kami berlibur lagi berempat. Papi O, Wawi, Ameera dan aku. Kali ini kami pergi ke Hotel Novotel di Bogor.

Sekarang aku tinggal sama Nenek sejak bulan lalu. Kontrakan rumah Wawi sudah habis. Mama maunya pulang ke depok, tapi aku musti tunggu naik-naikan kelas dulu. Jadi, sementara kami tinggal di rumah Nenek di sunter. Kalau hari Sabtu dan Minggu, adikku dan aku suka nginep di apartmennya Wawi. Habis asyik sih. Selain aku bisa berenang, aku juga bisa melakukan prakarya bersama Wawi. Idenya Wawi suka ada-ada aja deh. O iya, aku juga dibeliin buku cara ngegambar komik. Maunya sih, aku cepet bisa. Tapi, kata Wawi, aku musti latihan pelan-pelan dulu. Wah, kalo gitu lama dong bisanya.

Ini adikku, Ameera. Sekarang dia sudah berumur 5 tahun. Sudah mau masuk SD. Tapi kadang-kadang dia masih suka belagak jadi bayi sambil berbunyi ‘oeek-oeek’ gitu. Adikku ini orangnya cepet marah dan ngambek. Papi O dan Wawi suka ngejahilin dia. Aku juga sih. Kalo udah ada maunya, dia biasanya akan berusaha sampe keinginannya diturutin. Sayangnya, ga selalu berhasil. Meskipun kadang-kadang aku kesel sama adikku ini, aku sayang dia lho. Soalnya dia lucu sekali. Kata Wawi, mungkin waktu Mama hamil dulu, Mama nelen pil lucu banyak-banyak. Memangnya ada?

Papi O orangnya seru. Dia ga pernah marah sama aku dan adikku. Dia suka ngajakin kami bermain. Misalnya bermain peran. Aku jadi penggembala kambing, adikku jadi nenek-nenek dan Papi O jadi ibu yang gendong bayinya. Rambutnya ditutupin handuk. Seru kan tuh! Papi O sangat suka ngejahilin Ameera. Misalnya kalo dia nyanyi, pasti nyanyiannya ngaco. Kata-katanya suka dikarang-karang sendiri. Trus, Ameera pasti marah-marah deh.

Wawi juga suka marah kalo Ameera makannya susah. Aku juga suka dimarahin Wawi. Tapi sekarang ga lagi. Soalnya, sekarang aku makannya banyak dan ga susah lagi. Malahan aku sekarang sering merasa laper lho. Terutama kalo sore-sore. Bawaan-nya ngemil melulu. Tapi kenapa aku ga gemuk-gemuk ya? Kata Wawi, dulu Papa pernah cacingan. Aku cacingan ga sih? Ih… Mudah-mudahan sih ga ya.

April 14, 2007

Nagabonar Jadi 2 | # | Others — Administrator @ 3:32 pm

Menonton di bioskop buat gue adalah suatu kemewahan. Suatu hal yang jarang banget gue lakukan, kecuali kalo gratis sambil ngejalanin tugas. Jadi, kalo sampe kejadian, gue bener-bener berharap bahwa film yang bakal gue tonton itu bisa membuat gue mengangkat jempol :)

Setelah memutuskan akhir minggu ini jadi akhir minggu berdua tanpa anak-anak, suami dan gue akhirnya punya waktu buat ngelakuin hal-hal yang jarang bisa kami lakukan, terutama kalo hari kerja. Seperti pergi ke bioskop itulah. Apalagi beberapa minggu sebelum ini gue dapet beberapa imel yang membuat gue pengen banget tau, kaya’ apa sih, megablitz itu. Sampe sana, ternyata pilihan fim-nya emang banyak banget. Setelah ngeliat2 poster film yang ada, akhirnya pilihan dijatuhkan pada Nagabonar Jadi 2.

nagabonar1Kalo menurut gue, film ini adalah film cinta. Yup, film cinta. Tapi bukan cinta monyet atau cinta gampangan anak-anak muda sekarang. Cinta dalam film ini adalah cinta yang lebih besar lagi. Cinta seorang lelaki pada ibu, istri, sahabat, serta anak satu-satunya yang dia besarkan sendiri sejak anak itu dilahirkan karena ibunya langsung meninggal sesaat setelah melahirkan. Saking cintanya pada anaknya, dia sampe akhirnya merelakan makam ketiga orang yang dicintainya untuk dipindahkan. Meski dikatakan dengan genangan air mata di sudut mata. Bukan itu saja, lelaki ini juga begitu cinta pada negaranya, sehingga ketika anaknya akan melakukan kerjasama dengan negara asing yang dulunya berstatus penjajah, dia merasa seperti akan mengkhianati negaranya sendiri. Sang anak juga bukan si malin kundang. Dia juga cinta sang ayah, juga cinta pada seorang perempuan yang selama ini selalu memberinya saran. Celakanya, sang ayah dan anak sama-sama punya kekurangan dalam mengungkapkan cinta secara verbal pada perempuan pilihan mereka.

nagabonar2Deddy Mizwar yang bertindak sebagai sutradara dan pemeran utama dalam film ini pandai mengaduk-aduk perasaan orang. Saking pinternya, beberapa kali gue nangis. Padahal sejatinya film ini bukan film drama percintaan, tapi film komedi. Tora Sudiro sebagai anak juga lumayan bagus. Beberapa juga aktris dan aktor pendukung yang lainnya. Hampir semua bermain natural. Kritik mungkin diberikan pada Uli Herdinansyah yang berperan sebagai Ronnie, salah seorang tangan kanan Bonaga (anak Nagabonar) yang bermain sedikit over. Bahkan Jaja Miharja yang berperan sebagai bencong juga patut diacungkan jempol atas aktingnya yang bisa bikin orang-orang normal jijay :)

Adegan kesukaan gue adalah ketiga Nagabonar mempertanyakan kenapa bajaj dilarang memasuki jalan Sudirman-Thamrin pada seorang polisi yang ga bisa menjawab alasan pelarangan itu. Meski ada beberapa adegan yang ga masuk akal - misalnya kenapa ga ada polisi yang langsung nyuruh Nagabonar turun dari patung Jendral Sudirman yang ada di jalan Sudirman itu, secara keseluruhan film ini boleh dikatakan berhasil menceritakan cinta itu sendiri. Satu film dengan tema yang sama dengan film-film Indonesia yang sedang beredar saat ini, namun dengan cerita dan kedalaman makna yang jauh berbeda. Salut buat Deddy Miswar!

April 10, 2007

Kempling dari Kejauhan | # | My Thoughts — Administrator @ 1:49 pm

Waktu gue masih kuliah dulu, setiap kali gue ngeliat cewek-cewek dengan seragam salah satu bank ternama, pikir gue cuma satu: pasti kerja di situ enak banget. Gedean dikit, setelah ngumpulin sejumlah info, keinginan gue untuk kerja di bank itu menguap dalam sekejap. Betapa tidak! Ternyata gaji karyawan di bank itu di bawah rata-rata bank lainnya!

Trus gue sempat juga ngajar di salah satu kursus bahasa inggris yang cukup punya nama di negeri ini. Hampir setiap orang yang tau di mana gue kerja pasti berkomentar: ‘gajinya gede dong ya.’ Itu masih mendingan. Salah satu temen kerja gue malah dapet komentar yang lebih ajaib lagi: ‘gajinya dollar dong ya.’ Ha…ha…ha… Andai saja orang lain tau bahwa gaji gurunya cuma sebanding dengan 2 orang murid yang dalam satu kelasnya bisa lebih dari 25 orang!

Gue juga inget banget waktu suami gue baru lulus kuliah dulu dia pernah bilang kalo dia mau kerja di perusahaan software nomor satu di dunia. Setelah 13 tahun kemudian akhirnya dia gabung juga dengan perusahaan impiannya dulu itu. Satu setengah tahun kemudian dia memutuskan untuk keluar. Salah satu alasannya yang ga diungkapkan dengan jelas adalah ternyata impian tak seindah kenyataan.

Banyak banget emang benda yang berkilauan dari kejauhan. Kita mendekat untuk berusaha meraihnya. Ternyata kenyataannya berbeda. Kembali lagi pada kearifan mendasar: yang kempling dari kejauhan belum tentu benar-benar indah. Cobalah berbahagia dengan apa yang kita miliki, bersyukurlah untuk setiap detik yang dibaginya bersama kita.

April 3, 2007

Mayumi | # | Others — Administrator @ 6:00 am

mayumi1Kucing gue si Mayumi emang rada-rada ajaib. Dia itu anak si Hatori yang nomor 2, adiknya Kenji. Sejujurnya, gue ga ngarepin kehadirannya. Boleh dibilang, dia agak tercuekan selama ini. Itu juga ada sejarahnya.

Dulu waktu Hatori udah hamil rada gede, gue pengen banget punya kucing warna kopi susu. Bahkan gue bilang sama Hatori, kalo anaknya cowok, gue bakal kasih nama Kenji. Kenji itu nama jagoan di komik yang judulnya Kenji - seorang kenshin, alias pe- kendo. Begitu lahir - setelah ditunggui selama 2 jam - ternyata anak Hatori yang pertama adalah cowok dengan warna kopi susu. Bayangkan perasaan gue waktu itu! Langsung aja gue teriak ‘Kenji!’. Trus langsung gue tidur saking leganya… Dua jam kemudian, gue dibangunin dan dikasih tau bahwa Hatori punya anak 1 lagi yang warnanya… belang. Ha…biasa banget deh. Gue males deh mikir namanya apa. Nama Mayumi diberikan sama suami gue, biar agak mirip-mirip anggota keluarga berbulu lainnya yang rata-rata punya nama Jepang.

Setelah Kenji, Hatori dan kucing-kucing lainnya ga ada, jadilah si Mayumi ini satu-satunya kucing di rumah gue. Saking sebelnya sama gue, dia suka melarikan diri kalo gue pegang. He…he…he… ternyata kucing bisa sakit hati juga ya. Lantaran ga ada pilihan lain, kucing belang satu ini terpaksa diselundupkan ke apartemen gue. Nah, yang lucunya, beberapa kebiasaannya jadi berubah.

1. Makanan.
Biasanya Mayumi paling seneng sama ikan goreng. Itu juga musti ikan selar yang digoreng garing. Ga boleh kegosongan! Setelah pindah ke apartemen, selera makannya berubah. Dia lebih seneng Friskies!
2. Tempat tidur.
Mayumi biasanya suka tidur di atas kursi. Pernah dibelikan keranjang khusus buat dia, tapi dulu dicuekin. Sekarang, dengan nyamannya dia tidur di dalam keranjang!
3. Tempat menancapkan cakar.
Waktu di rumah dulu, yang jadi sasaran cakar Mayumi adalah kursi hijau di ruang tengah, sepatu kulit siapa aja yang nganggur, atau tas yang tergeletak di kursi. Sekarang, dengan rajinnya dia menancapkan cakar-cakarnya di scratching post-nya yang gue beliin seharga 99 ribu rupiah!
4. Tempat buang air.
Masih kebayang waktu di rumah dulu, si Ana suka teriak-teriak marahin Mayumi lantaran buang air sembarangan. Begitu pindah ke apartemen, dia langsung tau kalo sandbox dengan pasir beraroma lavender itu emang disedianin buat dia.

Sepertinya Mayumi sadar banget sekarang dia tinggal di mana. Jadi, gaya hidupnya juga jadi berubah. Padahal, suami gue n gue ga pernah mengubah gaya hidup kami yang suka seenaknya. Jangan-jangan Mayumi memang punya otak yang bisa bekerja seperti otak manusia. Mungkin lebih terbatas, tapi kelakuannya jadi bikin gue bertanya-tanya tentang intelejensia kucing…

 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here