March 27, 2006

Kami sudah besar! | # | Others — Administrator @ 2:17 am

Halo, ini aku, Ciku. Umurku udah 2 minggu. Aku udah bisa lari-lari lho. Udah bisa maem sendiri, aku paling suka jeli susu. Tapi, aku lebih suka susu mamaku. Aku suka lari-lari keluar tempat tidurku. Kalo mamaku liat aku di luar tempat tidur, pasti deh, aku diangkat masuk ke tempat tidur lagi. Padahal aku kan mau liat-liat dunia luar. Ini fotoku di atas tempat tidur nenekku. Aku sebenernya heran, kok nenek ga sama ya, seperti mama. Tapi gapapa deh, dia baik kok sama aku. Aku suka dikasih jeli susu pagi-pagi kalo aku bangun tidur. Nggg… sebenernya, aku masih tidur kok, waktu ada bau-bau jeli susu di deketku. Jadi, aku langsung bangun deh.

Cika2mingguHalo juga, aku Cika. Badanku lebih besar dari adikku Ciku. Warnaku juga berbeda. Bukan hanya warna badanku, tapi juga warna mataku. Mamaku matanya sama seperti Ciku, tapi mataku berwarna merah. Keren kan. Nenek bilang aku istimewa. Aku udah bisa melakukan apa saja sekarang. Aku bisa naik tangga ke tempat makanan, aku juga udah bisa turun tangga, meskipun kadang-kadang aku masih suka jatuh juga sih. Aku pernah coba roda putarnya mama, tapi sepertinya aku belum sehebat mamaku. Tunggu ya, nanti juga aku bisa. Aku suka sekali lari-lari. Enak rasanya, tapi mama sepertinya ga ngerti deh. Dia suka nyuruh-nyuruh aku masuk ke tempat tidur lagi. Karena badanku berat, mama udah keberatan kalo nggendong aku. Jadi kadang-kadang, aku lari aja kalo mama nyuruh aku masuk tempat tidur lagi. Masak aku disuruh tidur terus. Aku kan udah bukan bayi lagi.

March 20, 2006

Mainan baru | # | About me — Administrator @ 3:51 pm

Sebenernya belum bisa dibilang mainan sih. Saat ini gue baru bisa ngeliatin dari jarak maksimal 20cm. Nah lho! Apaan sih?

Tanggal 11Maret kemaren, Nini, my cutest hamster in the world, melahirkan 4 ekor anak yang ga ada lucu-lucunya. Pinky, seperti anak tikus. Ternyata yang bertahan hidup cuma dua. Setelah seminggu, warna pink-nya mulai ketutup bulu. Yang seekor punya warna abu-abu, itu yang sekarang dinamai Cika, dan yang seekor lagi dinamai Ciku.

cika-ciku 2 hariMeskipun menurut buku induk hamster yang baru melahirkan sangat galak, Nini biasanya maen sehari sekali sama gue di luar kandangnya. Bukannya gue keluarin. Tapi kalo pintu kandang dibuka dan dia ngebauin tangan gue, dia pasti langsung jalan ke tangan gue. Aduh, emang my sweetest hamster in the world, deh, Nini.

Pengennya gue ngambil potret Cika dan Ciku setiap saat. Tapi ga bisa. Mereka dimasukin ke dalam rumah2an yang susah dipotret. Tapi untungnya, waktu mereka belon dipindahin, gue sempet ngambil foto mereka pas masih pinky dan berumur 2 hari.

Senangnya punya bayi hamster… :)

March 13, 2006

My 37th Birthday | # | About me, My Family, My Friends — Administrator @ 2:00 am

There’s something great about my birthday this year. I bought myself a present. A dslr camera, with 2 lenses. It costed me a fortune, but never mind. I’m sure I deserved it.

Samira was the first. She sent me an sms 10 minutes after midnight. Then Jay. He asked me what I wanted for my birthday. Next, around 3:30, my husband said happy birthday to me, right before he slept.

After four-hour-sleeping, my Ameera knocked the door. A sign to wake up. Before my eyes could oped properly, Kenny called me. Hearing the voices of my two nephews, Wisnu and Akira, my smile grew wider. What a morning.

Ameera and Azka gave me birthday presents, something they bought from their own pocket money. Ana cooked tekwan for breakfast. Yummy!

Mom in Ice-WorldAround 10, without Papa O, the whole family went to Ancol, visiting Ice-World. We spent around an hour there. Brrr… so cold. Azka and Ameera played sliding again and again, ignoring the cold. They surely had fun.

There’s a beach in front of Ice-World. Carnaval beach. Not too clean, not crowded at all. My Mom happily played with the sand… I thought. In fact, she searched for some clams… to be eaten. Ha…ha..ha… That’s my Mom! My maid, Ana, also helped her. They could gather a cup (KFC cup) of clams. When we wanted to go out of that beach, I saw a family with 2 baskets of clams!

Azka1We had our lunch at McD. After lunch, I tried to shoot pictures with my new camera. The objects were Azka and Eha, her mom.

Then, we went home.

Around 5:00, I asked Eha to go to a beauty salon together. We had hair treatment: creambath.
When we went home at around 7:00, Papa O had waited me to have dinner. Then, he and the kids, together with me went to MAG to had dinner. Not a fancy one. Just usual dinner.

We came back home around 10:00. Ameera asked me to opened the presents. She was so happy. She said that I had to share the present, which was a bag of chocolate. She was tricky.

At around 10:30, we went to bed. I mean, Papa O, Ameera, and me. She slept in the middle. What a wonderful day! What a birthday!

Notes: Many thanks to Atiek, Acil, Ela, Yuni, Fauzan, Rani, and Wati, who remembered my birthday. Love you, buddies.

March 6, 2006

Detik-detik Pengurangan Umur | # | About me — Administrator @ 5:07 pm

Menjelang ulang tahun, seperti selalu terjadi, perasaan gue ga menentu. Selalu aja deg-degan. Akankah gue bener-bener ketemu tanggal itu. Ataukah ga sempet?

Gue bukannya takut ajal menjelang. Sebaliknya, gue juga ga minta dia datang lebih awal. Biasa aja. Kalau memang gue harus pergi, ya, gue pergi. That simple. Iya lah. What could I ask for more? Bukannya gue sok kaya atau gimana gitu. Tapi rasanya, gue udah cukup kok dengan semua yang gue dapet. Coba ya, gue count my blessing:

Suami, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, gue udah punya. Kalau sampai waktunya, tahun ini memasuki perjalanan tahun yang ke empat belas.
Anak, emang sih, gue ga punya. Tapi gue punya Ameera dan Azka yang setiap saat bisa gue curahin kasih sayang.
Temen, wah gue punya banyak. Bahkan banyak yang udah gue anggap sodara sendiri.
Rumah, gue ga punya. Tapi, what the heck, rumah kan ga bakal gue bawa mati.
Kesehatan, alhamdulillah, gue juga punya. Walau jari masih bengkak dan diperban, gue masih tetep bisa bernapas bebas tanpa bantuan alat penyangga hidup. Gue masih bisa berjalan bebas tanpa tongkat. Gue masih bisa melihat dengan jelas, meskipun dengan bantuan kacamata.

Nah, tuh kan. Apalagi yang musti gue minta, coba? Mangkanya kalo mendekati ulang tahun, gue suka deg-degan begini. Pertanyaannya selalu sama. Sampai di mana perjalanan gue?

March 2, 2006

Syukur | # | About me, My Family, My Friends — Administrator @ 3:12 pm

Tiap orang pasti pernah ngucapin kata itu. Baik dengan konotasi positif, maupun yang ditambah akhiran -in yang artinya jadi beda banget. Hampir tiap orang pasti bilang kalo dia selalu bersyukur. Ya sudah, percaya aja deh. Tapi, kalo ditinjau lebih dalam lagi, sebenernya seharusnya rasa syukur itu tercermin dalam polah laku sehari-hari.

Sementara buat gue, syukur sendiri artinya dalem banget. Bersyukur artinya menerima apa aja yang gue dapet. Bersyukur artinya gue ga ngiri sama orang lain.

Akhir-akhir ini gue lagi bete banget sama lingkungan gue. Biasa-biasanya sih, tingkat toleransi gue terhadap keluhan lumayan tinggi. Tapi akhir-akhir ini batasnya agak menurun. Rasanya kuping gue agak pegel kali ya. Beberapa orang di sekitar gue (kacaunya mereka itu orang-orang terdekat gue) sering ‘curhat’ ke gue soal yang selalu sama. Belum lagi yang seorang selalu worried dan gampang bete juga. Terakhir, kemaren ini, salah seorang dari mereka ngomongin harta orang lain yang memang lebih dari yang dia punya. Waktu gue tegor sih, katanya dia ga ngiri. Tapi, nada suaranya itu lho…

Nah, yang gue ga ngerti, kenapa orang suka ngiri sama kelebihan orang dan ga pernah ngiri sama kekurangan atau musibah orang lain. Kebetulan gue tau dulu orang yang diomongin itu pernah dikhianati orang lain. Coba, kok ga ngiri ya? He…he…he…

Emang ga gampang untuk bersyukur. Contohnya gue. Mungkin gue juga kurang bersyukur. Harusnya meskipun orang-orang terdekat gue lagi bikin gue bete, harusnya gue juga bersyukur, kalo gue masih punya orang-orang yang deket sama gue. Mereka masih mau curhat sama gue, meskipun itu berarti gue harus berkorban perasaan.

Jadi, sekarang gue harus berjuang untuk meningkatkan lagi toleransi gue, supaya gue bisa bener-bener jadi orang yang selalu bersyukur. Doain ya… :)

 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here