Hari ini pulang kantor seperti biasa gue disambut dengan ciuman dan pelukan Ameera. Nggak ada yang lebih menyegarkan daripada pelukan seorang anak. Rasa cape’, sumpek, bete, langsung menguap begitu saja sewaktu ngeliat cengiran yang memperlihatkan gigi depan yang item semua itu.
Bukan itu aja. Hari ini Ameera terima rapor semester dua. Untuk seorang anak berusia 3 tahun 8 bulan, mendapatkan nilai A untuk hampir semua mata pelajaran dan sebagian besar perkembangan mental rasanya merupakan suatu achievement yang besar. Ameera memang belum mengerti nilai-nilai-nya. Tapi gue yakin, dia tau bahwa dia punya prestasi yang luar biasa sewaktu gue ungkapkan kebahagiaan dan kebanggan gue padanya. Dan lebih surprise lagi, sewaktu ditawarkan mau hadiah apa, dengan enteng dia bilang: apa aja deh. Seorang anak dengan pemikiran yang sangat sederhana. Baginya apapun yang dibungkus dengan cantik adalah hadiah yang sangat berharga.
Terkadang gue suka lupa, kalo sebenarnya gue harus lebih bisa menghargai apapun yang diberikan orang. Bahkan kalaupun itu hanya senyuman. Mungkin gue harus belajar banyak dari Ameera. Dan atas kehadirannya di dalam hidup gue, gue sangat bersyukur.